shape
Pencarian
pattern pattern

Kisah Inspiratif Eliana, dari Buruh Cuci Dibayar Rp25 Ribu Kini Dapat Emas di ASEAN Para Games 2025

23 Januari 2026
Share:
Link berhasil disalin!
news-

NAKHON RATCHASHIMA - Kisah inspiratif tentang perjuangan atlet penyandang disabilitas datang dari ASEAN Para Games 2025. Tak pernah ada dalam pikiran Eliana bahwa suatu saat ia akan mengibarkan bendera Merah Putih dalam sebuah event bergengsi internasional.


Eliana pada hari Rabu (21/1/2026) lalu membuat kejutan istimewa. Sosok yang baru pertama kali mengikuti ajang ASEAN Para Games ini berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olahraga para angkat berat.


Eliana tampil sebagai yang terbaik setelah mencatatkan angkatan seberat 78 kilogram di kelas 41 kilogram putri. Eliana sukses menumbangkan peraih medali emas di edisi sebelumnya asal Filipina, Marydol Pamatian.


Capaian ini benar-benar di luar ekspektasi tim pelatih para angkat berat. Bahkan, Eliana sendiri tak pernah menyangka bawah debutnya di ajang ASEAN Para Games 2025 berbuah medali emas.


Bila ditarik mundur ke belakang, Eliana memang tak berada di jalur untuk menjadi seorang atlet. Wanita asal Desa Deresan, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang ini memang pernah meraih medali emas saat mengikuti kejuaraan nasional para atletik di Kota Solo tahun 2019 lalu.


Namun setelah itu, Eliana memilih vakum. Ia kemudian mengisi keseharian sebagai buruh cuci baju tetangganya. Eliana juga memiliki keahlian membatik yang membuatnya sempat menjadi guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insani, Susukan, Kab Semarang.


"Setelah ikut kejuaraan nasional di Solo itu saya vakum, tidak latihan lagi. Saya mengisi kesibukan dengan gosok baju rumahan. Ada yang diantarkan ke rumah saya atau saya yang datang ke rumahnya. Bayarannya ya terserah mereka. Saya tidak pernah menentukan dibayar berapa. Pernah dibayar Rp25 ribu, ada juga yang lebih dari Rp100 ribu," ucap Eliana, Jumat (23/1/2026).


"Saya juga sempat ikut mengajar batik tulis di Ponpes Bina Insani, daerah Susukan. Tetapi kemudian di tahun 2023, saya diajak lagi sama ketua NPCI Salatiga untuk berlatih tetapi ganti ke cabor angkat berat," lanjut wanita kelahiran 25 Juli 1997 ini.


Eliana sebenarnya tak 100 persen yakin ketika kali pertama diperkenalkan ke cabor para angkat berat. Apalagi Eliana jarang mendapatkan informasi mengenai atlet para angkat berat dengan klasifikasi perawakan pendek.


Namun, raihan dua medali emas di ajang Pekan Paralimpiade Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2023 dan medali perunggu pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 membuatnya yakin untuk fokus menjadi atlet dan tak kembali menjadi buruh cuci.


"Saya kemudian menjadi yakin dan cocok untuk menekuni olahraga para angkat berat, karena dari segi finansial juga lebih menjanjikan untuk saya," tutur Eliana.


Bercerita tentang pengalaman pertamanya mengikuti event internasional, Eliana mengaku sempat merasakan ketegangan di Convention Hall, Center Point Hotel, yang menjadi venue para angkat berat. Apalagi lawan-lawan yang dihadapinya di kelas 41 kilogram putri sudah memiliki pengalaman.


Namun, berbekal instruksi dari tim pelatih serta mengingat kembali sosok-sosok yang mendukungnya untuk berprestasi, Eliana pun bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar.


"Alhamdulillah saya bisa menjalankan lomba ini dengan baik. Emas ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia, untuk keluarga saya, untuk orang-orang yang sudah mendukung saya dan tentunya tim pelatih," ungkap Eliana.


Masuk Proyeksi ASIAN Para Games 2026


Prestasi membanggakan di ajang multievent olahraga disabilitas Asia Tenggara merupakan sebuah awal. Eliana ternyata masuk proyeksi tim para angkat berat Indonesia untuk mengikuti Asian Para Games 2026 di Jepang.


Hal ini diutarakan pelatih tim para angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta. Sejak kali pertama ia temukan saat Peparprov Jawa Tengah 2023 di Pati, Coni melihat progres Eliana terus menanjak.


"Saya melihat raihan ini merupakan buah dari kerja keras Eliana. Dia disiplin dalam latihan. Semua porsi latihan dia selesaikan semua. Tidak banyak mengeluh," ucap Coni Ruswanta.


"Harapan kedepannya, saya ingin Eliana dalam jangka waktu terdekat bisa masuk Asian Para Games di Nagoya, Jepang, karena ajang sekarang ini juga bagian dari kualifikasi ke Nagoya," imbuhnya.

Lifter NPC Indonesia Eliana berusaha mengangkat beban dalam pertandingan cabang olahraga para angkat berat nomor 41kg putri ASEAN Para Games 2025 di Convention Hall, Center Point Hotel, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (21/1/2026). Eliana tampil gemilang di laga debutnya dengan meraih medali emas lewat angkatan 78kg. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

Berita Terkait

Official Partner

Bayan Peduli Bayan Resources

Supported by

Yayasan Inklusi Pelita Bangsa

Apparel Powered by

Mills