SOLO - Tim para atletik Indonesia sukses mengukir prestasi membanggakan saat mengikuti kejuaraan dunia bertajuk WPA Grand Prix 2026 di Rabat, Maroko, 23-26 April 2025. Indonesia yang datang bukan sebagai unggulan mampu mendapatkan 8 medali emas, 6 medali perak dan 6 medali perunggu.
Koleksi total 20 medali tersebut menempatkan Indonesia di peringkat empat klasemen akhir medali, di bawah Brasil (38 emas, 13 perak, 6 perunggu), Tiongkok (14 emas, 12 perak, 8 perunggu) dan tuan rumah Maroko (8 emas, 16 perak, 7 perunggu).
Raihan yang dicapai Karisma Evi Tiarani dkk. disambut gembira tim pelatih para atletik Indonesia. Di tengah persiapan menuju gelaran Asian Para Games 2026, para atlet menunjukkan progres menggembirakan.
"Tentunya ini hasil yang luar biasa karena ajang Grand Prix Maroko dihadiri atlet-atlet dari 57 negara. Atlet-atlet elite Paralimpiade juga ikut bertanding yang membuat tingkat persaingannya cukup tinggi," kata koordinator pelatih para atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto, Jumat (1/5/2026).
Di antara 21 atlet yang dibawa ke Maroko, Karisma Evi Tiarani menjadi yang paling bersinar. Ia berhasil mempersembahkan dua medali emas dari nomor lari 100 meter putri klasifikasi T42/T63 serta lompat jauh putri klasifikasi T37/T38/T42.
Muhammad Ridho Alfares Putra juga tak kalah gemilang. Ia berhasil mendapatkan medali emas dari nomor lari 100 meter putra T36 dan medali perak nomor lari 400 meter putra T36.
"Sebenarnya Ridho tidak kita targetkan medali, tetapi malah berhasil mendapatkan medali emas. Ridho jadi salah satu kejutan di Grand Prix ini," tutur Purwo.
Belum Performa Puncak
Meski berhasil mendapatkan prestasi gemilang di Maroko, atlet-atlet tersebut sejatinya belum berada dalam performa puncak. Purwo mengatakan para atlet Indonesia masih akan mengikuti kejuaraan lagi sebelum tampil di Asian Para Games 2026.
Kejuaraan di Tunisia pada 11-20 Juni 2026 mendatang menjadi sangat penting karena memperebutkan poin agar bisa bertanding di Asian Para Games 2026. Selain itu, atlet-atlet jagoan Indonesia bisa menjalani tahapan agar berada dalam kondisi terbaik saat di Nagoya, Jepang, pada bulan Oktober mendatang.
"Kita akan persiapkan semaksimal mungkin agar paling tidak para atlet ini bisa mencapai 80 sampai 90 persen dari performa puncaknya. Nantinya performa puncak 100 persen dicapai saat di Nagoya," tutur Purwo.
Senada dengan Purwo, hal yang sama turut diungkapkan Setyo Budi Hartanto yang berstatus sebagai pelatih Muhammad Ridho. Ia menyebut, meski berhasil meraih medali emas di Maroko, catatan waktu Ridho sejatinya masih di bawah ASEAN Para Games 2025.
Saat tampil di Thailand lalu, Ridho berhasil mencatatkan waktu 11,91 detik saat bertanding di nomor lari 100 meter T36. Sementara di Maroko, Ridho mencapai garis finish dengan catatan waktu 12,01 detik.
"Saya yakin mas Ridho akan bisa lebih baik lagi. Targetnya di Nagoya bisa medali perak, syukur-syukur bisa tembus emas," ucap Setyo.
Setyo pun sedikit berkelakar mengenai peran Ridho di tim para atletik Indonesia. Kehadiran Ridho membuat para atlet lain sedikit meredakan tekanan saat menghadapi event internasional.
"Mas Ridho ini atlet pemersatu bangsa. Dia bisa berbaur dengan semua karena lucu. Kalau ada Ridho pasti ada tawa. Ridho jadi kunci di tim atletik," kata Setyo yang disambut dengan tawa.
Sementara itu, Ridho mengungkapkan kegembiraannya bisa meraih dua medali saat tampil di Maroko. Atlet asal Jawa Barat ini merasakan tantangan yang berbeda karena baru kali pertama tampil di luar Asia.
"Rasanya deg-degan baru pertama kali ikut Grand Prix. Pertama kali juga bertanding dengan lawan-lawan dari luar Asia. Lawan yang berat kemarin datang dari negara Rusia, Brasil, Maroko dan Irak," ucap Ridho.
Atlet kelahiran 16 September 2005 ini berharap bisa terus mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Ia memiliki misi khusus jika nantinya berhasil lolos ke Asian Para Games 2026.
"Semoga saya bisa mendapatkan medali emas di Nagoya. Target saya medalinya dari nomor lari 100 meter," ungkap Ridho.
Berikut Ini Daftar Peraih Medali Para Atletik Indonesia di WPA Grand Prix 2026, Rabat, Maroko:
Medali Emas
Muhammad Ridho Alfares Putra (100 meter Putra T36)
Helin Wardina (100 Meter Putri T37)
Karisma Evi Tiarani (100 Meter Putri T42/T63)
Karisma Evi Tiarani (Lompat Jauh Putri T37/T38/T42)
Jaenal Aripin (100 Meter Putra T54)
Marcelino Michael (Lempar Lembing Putra F12/F13)
Alfin Nomleni (400 Meter Putra T20)
Ansyari (Lempar Lembing Putra F40/F41)
Medali Perak
Fauzi Purwolaksono (Lempar Lembing Putra F57)
Taufik Abdul Karim (100 Meter Putra T11)
I Kadek Dwi Purwana Yasa (Lempar Cakram Putra F57)
Suparni Yati (Tolak Peluru Putri F20)
Muhammad Ridho Alfares Putra (400 Meter Putra T36)
Figo Saputra (400 Meter Putra T45/T46)
Medali Perunggu
I Kadek Dwi Purwana Yasa (Lempar Lembing Putra F57)
Rica Oktavia (Lompat Jauh Putri T20)
Saptoyogo Purnomo (100 Meter Putra T37)
Partin (100 Meter Putra T38/T42)
Saptoyogo Purnomo (200 Meter Putra T37/T38)
Lia Priyanti (Tolak Peluru Putri F44/F46)
(Bidang Humas dan Media NPC Indonesia)
—END—