NAGOYA - Jalan atlet-atlet unggulan para bulu tangkis Indonesia masih mulus pada penyelenggaraan pertandingan hari pertama Asian Para Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Jumat (16/10/2026).
Leani Ratri Oktila yang diharapkan menjadi pendulang medali masih belum terlalu "keluar keringat" saat melakoni laga tunggal putri klasifikasi SL4 dan ganda putri SL3-SU5.
Ratri menang telak atas wakil India, Kanak Singh Jadaun, dua set langsung, 21-2, 21-4. Sementara ketika berduet dengan Khalimatus Sadiyah, pasangan ini juga menjungkalkan wakil India, Shantiya Vishwanathan/Mandeep Kaur, dengan skor 21-14, 21-19.
Atlet para bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila mengembalikan kok atlet bulu tangkis India Kanak Singh Jadaun pada pertandingan fase grup tunggal putri SL4 Asian Para Games 2026 di Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, Jepang, Jumat (16/10/2026). Leani Ratri Oktila menang mudah atas pebulu tangkis India Kanak Singh Jadaun dengan skor 2-0 (21-2, 21-4). NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Pasangan atlet para bulu tangkis Indonesia Khalimatus Sadiyah (kiri) dan Fredy Setiawan (kanan) mengembalikan kok ke arah lawannya pasangan pebulu tangkis India Ruthick Ragupathi (kedua kanan) dan Manasi Girishchandra Joshi (kiri) pada pertandingan fase grup ganda campuran SL3-SU5 Asian Para Games 2026 di Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, Jepang, Jumat (16/10/2026). Pasangan Indonesia Khalimatus Sadiyah dan Fredy Setiawan menang atas pasangan India Ruthick Ragupathi dan Manasi Girishchandra Joshi dengan skor 2-0 (21-15, 21-4). NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Khalimatus pun masih dengan mudah mengalahkan lawan pertamanya di fase grup ketika melakoni laga tanpa Ratri pada nomor tunggal putri SL4 dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Fredy Setiawan.
Khalimatus/Fredy menaklukkan wakil India, Manasi Girishchandra/Ruthick Ragupathi, 21-15, 21-4 dan Khalimatus memenangi duel melawan wakil Thailand, Chanida Srinavakul, 21-10, 21-15.
Selain itu, tunggal putra SU5, Suryo Nugroho juga menang mudah atas wakil Tajikistan, Zubair Saidov, 21-8, 21-8. Tak ketinggalan tunggal putra SL3, Muhammad Al Imran, yang mengalahkan wakil Thailand, Mongkhon Bunsun, 21-14, 21-17.
Masih ada ganda campuran SH6, Subhan/Rina Marlina yang juga meraih kemenangan. Namun, mereka perlu berjuang sedikit keras untuk menaklukkan wakil Thailand, Chai Yaeyang/Natthapong Meechai, 21-15, 18-21 dan 21-19.
Secara keseluruhan, dari 20 pertandingan yang dijalani pada hari pertama, Indonesia memenangkan 12 pertandingan. Ada 8 pertandingan yang mengalami kekalahan, namun masih punya peluang untuk melewati fase grup lewat tiga atau empat laga selanjutnya.
Pelatih memberikan instruksi kepada pasangan atlet para bulu tangkis Indonesia Rina Marlina (kanan) dan Subhan (kiri) saat bertanding melawan pasangan pebulu tangkis Thailand Matthapong Meechai dan Chai Saeyang pada pertandingan fase grup ganda campuran SH6 Asian Para Games 2026 di Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Nagoya, Jepang, Jumat (16/10/2026). Pasangan Indonesia Rina Marlina dan Subhan menang atas pasangan Thailand Matthapong Meechai dan Chai Saeyang dengan skor 2-1 (21-15, 18-21 dan 21-19). NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Koordinator Pelatih Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, menilai hasil pada laga perdana masih cukup aman dalam upaya mengamankan 2 medali emas, 2 perak dan 6 perunggu di Asian Para Games 2026.
"Secara umum karena ini baru pertandingan grup, kita masih mempunyai kesempatan untuk bisa bermain memenangkan atau masuk ke babak perempat final, meskipun ada satu dua yang kalah di babak awal. Tapi secara umum atlet kita masih aman untuk bisa lolos ke perempat final," kata Jarot Hernowo.
Jarot turut mengapresiasi kemenangan Rina Marlina bersama Apriliyana Sulistyawati yang turun di nomor ganda putri SH6. Rina/Apriliyani mengalahkan wakil China Taipei, Yu-yen Wu/Yi-lin Cai, 21-19, 21-8.
Di nomor ganda putri SH6, hanya ada tiga peserta yang datang dari tiga negara. Selain Indonesia dan China Taipei, ada wakil China, Fengmei Li/Shuangbao Lin.
Indonesia bisa langsung meraih medali emas jika berhasil mengalahkan wakil China tersebut. Status grup ini disebut dengan "minus one" karena hanya akan memperebutkan medali emas dan perak, tanpa perunggu.
"Kebetulan kita ada minus one, jadi kemenangan ini hasil baik yang sudah kita capai. Kita sudah memenangkan satu partai. Tetapi ini belum akhir karena yang dari China adalah pemegang emas sebelumnya (2022)," jelas Jarot.
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan atlet para bulu tangkis yang bertanding di Asian Para Games 2026.
Reda hadir pada momen dramatis saat Subhan/Rina Marlina mengalahkan wakil Thailand, Chai Yaeyang/Natthapong Meechai, 21-15, 18-21 dan 21-19. Ia menyaksikan dari atas tribun dan menyemangati beberapa atlet yang bertanding dalam waktu bersamaan.
"Alhamdulillah tadi Marlina dan Subhan bisa memenangkan di fase grup awal ini. Namun, memang ada beberapa temen atlet kita yang masih kurang beruntung (kalah di laga perdana). Harapannya nanti ada kesempatan berikutnya untuk bisa mengembalikan posisi," ucap Reda.
Reda optimistis tim para bulu tangkis Indonesia bisa tampil maksimal dan memenuhi target medali di Asian Para Games 2026.
"Harapannya, prestasi Indonesia di para bulu tangkis ini untuk Asian Para Games bisa meraih sesuai harapan atau sesuai target yang telah ditentukan para pelatih. Namun kalau memang bicara lebih dari itu ya Alhamdulillah. Melihat dari situasinya sih saya lihat bisa mencapai target yang ditentukan," tutur Reda.