shape
Pencarian
pattern pattern

Indonesia Raih 5 Medali di World Boccia Cup, Tambah Percaya Diri Menuju Asian Para Games 2026

10 Juni 2026
Share:
Link berhasil disalin!
news-

SOLO - Tim boccia Indonesia sukses meraih empat medali emas dan satu medali perak saat mengikuti ajang World Boccia Cup 2026 di Kota Astana, Kazakhstan, 2-8 Juni 2026. Keberhasilan ini menambah percaya diri Gischa Zayana dkk. menuju Asian Para Games 2026.

 

Asian Para Games 2026 menjadi sasaran jangka pendek tim boccia Indonesia, sembari melihat target jangka panjang menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Sebelum melangkah ke ajang yang berlangsung di Nagoya, Jepang, bulan Oktober nanti, ada sederet single event penting yang akan diikuti tim Indonesia.

 

World Boccia Cup 2026 menjadi salah satu ajang yang diikuti atlet boccia Indonesia. Sebagai salah satu kekuatan boccia dunia, Indonesia sukses menunjukkan kualitasnya dihadapan para peserta yang datang dari penjuru dunia.

 

Empat medali emas sukses menjadi milik Indonesia. Medali tersebut datang dari tiga nomor tunggal, yakni Muhammad Afrizal Syafa (BC1 putra), Felix Ardhi Yudha (BC2 putra) dan Handayani (BC1 putri).

 

Satu medali emas lagi datang dari nomor beregu BC1/BC2 yang diperkuat Gischa Zayana, Felix Ardhi dan Afrizal Syafa. Indonesia juga meraih medali perak dari nomor tunggal BC2 putri, yang diwakili Gischa Zayana.

 

Keberhasilan membawa pulang lima medali dari Astana disambut gembira oleh tim pelatih boccia Indonesia. Hasil positif ini menjadi modal istimewa menuju Asian Para Games 2026.

 

"Teman-teman atlet tampil luar biasa di Astana. Mereka sudah bisa menguasai ranking tertinggi di kelasnya masing-masing. Kami berharap teman-teman bisa menjaga performanya. Setelah ini ada dua single event lagi dan kemudian Asian Para Games. Semoga bisa konsisten," ucap pelatih boccia Indonesia, Argya Setya Wimala, Kamis (25/6/2026).

 

Meski World Boccia Cup 2026 di Astana menjadi ajang level dua di cabang olahraga boccia, namun Argya menyebut 80 persen pesertanya juga tampil di Paralimpiade Paris 2024. Tim pelatih pun mengamati atlet-atlet dari Asia yang akan menjadi calon lawan di Asian Para Games 2026.

 

"Hanya minus Thailand dan Jepang yang tidak ikut di Astana. Atlet-atlet dari negara lainnya (wakil Asia) tampil semua. Tensi dari World Cup ini juga lumayan tinggi, karena 80 persen pesertanya tampil di Paralympic 2024. Tetapi Alhamdulillah anak-anak bisa mengatasi itu," tutur Argya.

 

"Medali emas yang didapat Handayani juga diluar ekspektasi karena secara matematis ranking, Handayani realistisnya hanya bisa sampai babak semifinal," lanjutnya.

 

Saat ini, lima atlet boccia Indonesia sudah mendapatkan tiket untuk bertanding di Asian Para Games 2026. Mereka adalah Muhammad Afrizal Syafa, Felix Ardhi Yudha, Handayani, Gischa Zayana dan Muhammad Bintang Satria Herlangga.

 

Dari lima nama tersebut, hanya Bintang yang kemarin tak mendapatkan medali di Astana, karena sempat mengalami masalah dengan lengannya dalam pertandingan perebutan medali perunggu kontra Slovakia.

 

Namun, Bintang punya kans untuk membuktikan kualitasnya karena sebelum berangkat ke Nagoya, ada dua single event yang akan diikuti tim boccia Indonesia. Terdekat, ada event boccia di Portugal.

 

"Pekan depan kita akan ke Portugal dan akhir Agustus akan ikut world champ. Untuk event world champ ini perolehan poinnya sekelas Paralympic. Jadi kita berharap banyak ke event itu karena perolehan poinnya sangat membantu untuk lolos ke Paralympic 2028. Perhitungannya sampai akhir 2027," ungkap Argya.

 

Sementara itu, salah satu peraih medali emas di Astana, Handayani, mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil tampil maksimal di Astana. Di partai final, ia sukses mengalahkan wakil Brasil, Andreza Oliveira, yang dua laga beruntun selalu mengalahkannya.

 

"Sebenarnya kemarin sudah nothing to lose, tetapi aku berusaha di bola pertama bisa tepat. Setelah itu, ketika ada kesempatan, aku enggak menyia-nyiakan. Ini kemenangan pertama aku dari tiga pertemuan dengan dia," ungkap Handayani.

 

Meski sukses meraih medali emas di ajang World Boccia Cup 2026, Handayani masih belum puas. Ia menyadari bahwa lawan-lawannya pasti sudah berbenah agar bisa mengembalikan keadaan pada event-event selanjutnya.

 

"Kekurangan yang masih terlihat harus dimatangkan lagi, harus lebih yakin lagi, karena khawatir juga lawan-lawan bisa membaca permainan kita. Kita harus bisa mensiasati, punya strategi yang lain," jelas Handayani.

Tim boccia Indonesia meraih medali emas di nomor beregu BC1/BC2 World Boccia Cup 2026 di Kota Astana, Kazakhstan, 2-8 Juni 2026

Berita Terkait

Official Partner

Bayan Peduli Bayan Resources

Supported by

Yayasan Inklusi Pelita Bangsa

Apparel Powered by

Mills