shape
Pencarian
pattern pattern

Targetkan Lolos Fase Grup IFCPF World Cup 2026, Indonesia Waspadai Kekuatan Inggris

24 Juli 2026
Share:
Link berhasil disalin!
news-

SOLO - Tim sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia memasang target lolos fase grup dalam debutnya pada ajang IFCPF World Cup 2026.


Indonesia mewaspadai Inggris yang dipandang sebagai penantang terberat di grup C. Namun begitu, kekuatan Jepang dan Republik Irlandia sebagai kompetitor lain juga tak bisa dipandang sebelah mata.


"Kita sudah memetakan tentang bagaimana bermain melawan mereka. Di grup C yang paling berat itu Inggris karena mereka ada di peringkat lima besar dunia. Mereka yang paling kita waspadai. Untuk Jepang, kita sudah pernah melawan mereka. Irlandia sedang kami pelajari lebih dalam," kata pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, Kamis (23/7/26) petang.


IFCPF World Cup 2026 akan digelar di Atalanta, Amerika Serikat, mulai 14 Oktober 2026 mendatang. Itu artinya, 12 negara peserta termasuk Indonesia masih memiliki waktu lebih dari dua bulan untuk mempersiapkan diri.


Dhuma, sapaan akrabnya, menuturkan persiapan khusus timnya sudah berjalan pada pekan ini. Ada 27 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di kawasan Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.


"Pemain yang didaftarkan ke World Cup itu ada 14 pemain, tetapi yang akan kita bawa (ke Amerika) lebih dari 14, sebagai antisipasi karena ada pemain yang sedang mengalami cedera," tutur Dhuma.


Dhuma menjelaskan, deretan pemain yang dipanggil ke Delingan sudah disesuaikan dengan hasil evaluasi saat berlaga di IFCPF Asia Oceania Cup 2025 dan ASEAN Para Games 2025. Dhuma mendatangkan banyak pemain dengan klasifikasi FT2.


Sebagai informasi, dalam aturan pertandingan sepak bola cerebral palsy, pemain terbagi atas tiga klasifikasi, yakni hambatan ringan (FT3), hambatan sedang (FT2) dan hambatan berat (FT1). Tujuh pemain yang berada di dalam lapangan terdiri atas satu pemain dengan klasifikasi FT3, minimal satu pemain dengan klasifikasi FT1 dan sisanya diisi pemain dengan klasifikasi FT2. 


"Beberapa pemain baru yang kita panggil klasifikasinya sudah kita sesuaikan dengan kebutuhan tim. Pemain baru ini kebanyakan dari FT2, karena untuk FT3 sudah ada banyak pilihan. Ini cocok sekali dengan kebutuhan tim," jelas Dhuma.


Seluruh pemain juga datang dalam kondisi prima karena tim pelatih sudah memberikan program latihan lewat sistem online. Para pemain di daerah masing-masing wajib mengirimkan video latihan sesuai dengan program yang sudah diberikan.


"Dari segi fisik, teman-teman datang ke sini dengan kondisi hampir siap karena kami memberikan program online monitoring selama dua bulan. Sekarang kita tinggal fokus di taktik dan teknis, walaupun fisiknya juga akan kita tingkatkan lagi karena ada beberapa yang kurang," tutur Dhuma.


Dhuma pun optimistis timnya tak sekadar numpang lewat di IFCPF World Cup 2026. Indonesia berambisi memberi kejutan di Atlanta pada Oktober nanti, mesti statusnya sebagai tim debutan.


"Tim-tim pesertanya luar biasa. Kita sebagai debutan, Insya Allah, dari peta kekuatan yang ada, akan kita usahakan lolos dari fase grup," tegas Dhuma.


Optimisme Yahya


Sementara itu, kapten tim sepak bola CP Indonesia, Yahya Hernanda, optimistis timnya bisa bersaing di grup C. Ia sudah mempelajari permainan Irlandia dan Inggris lewat rekaman video pertandingan di event-event sebelumnya.


"Saya sangat optimis bisa menjadi juara grup. Saya sudah melihat permainan lawan, karakteristik permainan Inggris dan Irlandia hampir sama dengan Australia. Mereka mengandalkan strength dan postur tubuh. Secara teknik kami tidak kalah dengan mereka. Kalau dengan Jepang, kami sudah pernah mengalahkan mereka di zona Asia Oceania. Jadi kami harus yakin bisa mengalahkan Jepang lagi," ucap Yahya.


Yahya memastikan timnya akan memanfaatkan waktu tersisa untuk mematangkan kesiapan. Ia melihat potensi dari para pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan di Delingan.


"Seleksi ini sangat bagus agar ada persaingan yang sehat diantara para pemain. Terlihat semuanya sangat antusias. Ada (pemain baru) yang kualitasnya bagus, yang mungkin bisa melengkapi puzzle-puzzle dari tim sebelumnya," jelas Yahya.


"Di waktu yang tersisa ini, kami berharap bisa membangun chemistry yang positif, bisa meningkatkan kualitas tim dan menjadi tim yang lebih solid lagi," lanjutnya.


Selain persaingan di grup C, ada dua grup lain dalam ajang IFCPF World Cup 2026. Tuan rumah Amerika Serikat berada di grup A bersama Belanda, Kanada dan Skotlandia. Sementara grup B diisi Australia, Spanyol, Brasil dan Chile.

Tim pelatih memberikan instruksi kepada pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026). Sebanyak 27 pemain menjalani seleksi dan pemusatan latihan untuk event IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat Oktober mendatang. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

Berita Terkait

Official Partner

Bayan Peduli Bayan Resources

Supported by

Yayasan Inklusi Pelita Bangsa

Apparel Powered by

Mills