NAGOYA – Kontingen Indonesia memberikan cendera mata berupa tiga gunungan dalam welcoming ceremony Asian Para Games 2026 di Garden Pier, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026).
Bukan sekadar buah tangan, gunungan tersebut membawa pesan tentang target prestasi atlet Indonesia sekaligus pentingnya persatuan dan kerja sama untuk meraih hasil terbaik di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia ini.
Deputi Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Teguh Subroto, menjelaskan cendera mata berupa gunungan dipilih karena memiliki simbol khusus.
Perwakilan Kontingen Indonesia memberikan cinderamata kepada tuan rumah Jepang pada acara Upacara Penyambutan Kontingen Asian Para Games 2026 di Port Garden Pier, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026). Acara tersebut untuk menyambut kedatangan para atlet dan kontingen dengan keramahtamahan khas Prefektur Aichi dan Kota Nagoya serta merayakan persahabatan antarnegara.NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
“Cendera mata dari kontingen Indonesia ini berupa gunungan, yang mengartikan bahwa atlet-atlet kita ini nantinya akan mencapai yang tertinggi dalam perolehan medali,” kata Teguh seusai welcoming ceremony di Garden Pier, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026).
Tak hanya menggambarkan ambisi meraih prestasi, jumlah gunungan yang diberikan juga memiliki makna tersendiri. Tiga gunungan tersebut merepresentasikan tiga unsur yang perlu berjalan bersama, yakni National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia), Chef de Mission (CdM), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Tadi kita lihat berjumlah tiga, artinya kita, NPC Indonesia, CdM, dengan Kemenpora ini harus saling bersatu, saling bekerja sama, sehingga untuk mencapai yang seperti gunung tadi itu harus ada koordinasi dan kerja sama yang baik,” ungkap dia.
Petugas mengibarkan bendera peserta pada acara Upacara Penyambutan Kontingen Asian Para Games 2026 di Port Garden Pier, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026). Acara tersebut untuk menyambut kedatangan para atlet dan kontingen dengan keramahtamahan khas Prefektur Aichi dan Kota Nagoya serta merayakan persahabatan antarnegara.NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Teguh mengungkapkan pemilihan gunungan sebagai cendera mata juga menunjukkan bahwa Indonesia membawa pesan prestasi melalui simbol budaya dalam penyambutan kontingen di Jepang. Bentuk gunung yang menjulang dimaknai sebagai gambaran harapan agar atlet Indonesia mampu mencapai posisi tertinggi dalam persaingan medali.
Teguh menegaskan cendera mata yang dibawa Indonesia dalam setiap ajang internasional tidak selalu sama. Bentuk dan tema cendera mata disesuaikan dengan target yang ingin dicapai pada masing-masing kompetisi.
“Untuk di Jepang memang kita pilih seperti itu. Kalau kemarin di Thailand itu berbeda lagi,” imbuh Teguh.
Atlet dan kontingen Indonesia berfoto bersama pada acara Upacara Penyambutan Kontingen Asian Para Games 2026 di Port Garden Pier, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026). Acara tersebut untuk menyambut kedatangan para atlet dan kontingen dengan keramahtamahan khas Prefektur Aichi dan Kota Nagoya serta merayakan persahabatan antarnegara.NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menjelaskan welcoming ceremony merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan ajang olahraga internasional.
“Jadi, setiap ada event besar seperti ini, kita tetap selalu ada welcome ceremony. Itu kan menandakan kalau negara-negara yang datang itu hadir di sini. Benderanya itu pasti nanti kalau sudah di sini, dipasang di mana-mana,” ujar Senny.
Menurut Senny, seremoni penyambutan semacam itu lazim dilakukan dalam berbagai ajang internasional yang diikuti kontingen Indonesia. Dia juga menyebut Indonesia sudah beberapa kali mengikuti kegiatan olahraga di Jepang sehingga suasana tersebut bukan pengalaman baru bagi kontingen.
Senny mengingatkan momen ini menjadi bagian dari pesan yang dibawa Indonesia di Asian Para Games 2026, yakni mengejar prestasi tertinggi membutuhkan bukan hanya kemampuan atlet, tetapi juga persatuan, koordinasi, dan kerja sama seluruh unsur pendukung kontingen.