14 medali yang diraih Indonesia pada hari Kamis (22/10/2026), terdiri atas 2 emas, 3 perak dan 9 perunggu.
Emas Indonesia diraih oleh Abdil Majid Rahman dari cabang olahraga para renang. Atlet asal Kabupaten Kampar ini finish tercepat dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik saat turun di kelas 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7.
Perenang Indonesia Abdil Majid Rahman berpose dengan medali emas yang diraih dari 100 meter gaya dada SB7 putra Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Kamis (22/10/2026). Majid berhasil mempersembahkan medali emas setelah finis terdepan dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi
Sementara satu emas lainnya didapatkan dari cabang olahraga para tenis meja oleh pasangan Barce Layaba/Leli Marlina. Mereka sukses menumbangkan wakil Korea Selatan, Moon Sunghye/Kim Younggun 3-1 (6-11, 11-7, 11-8 dan 11-3).
Untuk medali perak, cabor para renang kembali berkontribusi. Dua perak diraih oleh perenang Maulana Rifky Yavianda melalui nomor 50 meter gaya bebas putra S13 dan Mutiara Cantik Harsanto dari kelas 100 meter gaya dada putri SB9.
Begitu pula dengan para panahan yang kembali mendapatkan medali perak lewat trio Ken Swagumilang, Arif Firmansyah dan Teodora Audi Ayudia Ferely di kelas compound mixed team.
Atlet Panahan Indonesia Ken Swagumilang bersiap membidik sasaran pada final panahan regu campuran compound Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park, Aichi, Jepang, Kamis (22/10/2026). Pasangan Indonesia Ken Swagumilang dan Teodora Audi Ayudia Ferelly mendapatkan medali perak setelah pada final kalah atas pasangan India Toman Kumar dan Sheetal Devi dengan total skor 148 dan 151. NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Lalu medali perunggu disumbangkan dari cabor para bulu tangkis, yakni Muhammad Al Imran (tunggal putra SL3), Qonita Ikhtiar Syakuroh (tunggal putri SL3), Rina Marlina (tunggal putri SH6), Khalimatus Sadiyah (tunggal putri SL4) dan duet Leani Ratri Oktila/Khalimatus (ganda putri SL3-SU5).
Ditambah empat lagi oleh Theradina Audria Lie (para renang), Elsa Dwi Saputri (para angkat berat), Helin Wardina (para atletik) serta Vitasari (para atletik).
Pelari Indonesia Helin Wardina berfoto saat upacara penyerahan medali para atletik final 100 meter putri T37/T38 Asian Para Games 2026 di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang, Kamis (22/10/2026). Helin berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu 13.69 detik. NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.
Tambahan medali ini membuat Indonesia kini masih bertengger di posisi sembilan klasemen sementara medali Asian Para Games 2026 dengan koleksi 10 emas, 11 perak dan 31 perunggu. Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi kerja keras para atlet yang terus memberikan kejutan luar biasa.
"Besok masih ada potensi tambahan lagi dari para bulu tangkis. Kita ada empat finalis yang akan bertanding besok (Jumat). Juga masih ada boccia, para atletik dan para renang," ucap Reda Manthovani di Headquarter Kontingen Indonesia, Kamis (22/10/2026).
Reda optimistis Indonesia bisa tetap berada di posisi sepuluh besar klasemen medali Asian Para Games 2026. Bahkan, Indonesia mengincar posisi delapan yang kini dihuni Kazakhstan dengan perolehan 10 medali emas, 13 perak dan 19 perunggu.
"Bisa sepuluh besar, bahkan nomor delapan bisa. Kalau melihat dari sini (perolehan medali) nomor delapan bisa ini, apalagi karena bulu tangkis belum main nih. Kenapa saya optimis? Karena bulu tangkis belum main. Kita berdoa saja ya, besok bulu tangkis main empat finalis," tutur Reda.
Atlet para renang Indonesia Mutiara Cantik Harsanto seusai finish pada nomor 50 meter gaya bebas S9 putri Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Selasa (20/10/2026). Mutiara finish keempat dengan catatan waktu 31.06 detik. NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.
Jendi Jadi Harapan
Sementara itu, cabor para renang yang sudah menyumbangkan 3 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu masih berupaya menambah prestasi lagi. Indonesia punya jagoan yang akan tampil di nomor andalannya, yakni Jendi Pangabean.
Jendi akan memulai perjuangan dari babak penyisihan di nomor 100 meter gaya punggung S9 pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.50 waktu setempat.
Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, berharap Jendi bisa menunjukkan performa terbaiknya.
"Sesuai ranking kita harapkan Jendi bisa memenuhi targetnya untuk menjadi yang terbaik," ucap Agni.
Wakil tuan rumah, Taiyo Kawabuchi, akan menjadi salah satu pesaing berat Jendi di kelas tersebur. Selain itu, ada juga wakil Iran, Pouresmaeilyazdi Abolfazl Zarif.