shape
Pencarian
pattern pattern

Sempat Hampir Menyerah, Barce Layaba Kini Persembahkan Perunggu di Asian Para Games Pertamanya

20 Oktober 2026
Share:
Link berhasil disalin!
news-

NAGOYA – Ada masa ketika Barce Layaba hampir meninggalkan tenis meja. Minimnya fasilitas dan teman berlatih di kampung halamannya, Malaku membuat ia sempat berpikir untuk mencari jalan lain. 


Di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026) keputusan untuk tidak menyerah itu terbayar. Barce mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia dari nomor tunggal putra klasifikasi TT4-5 di Asian Para Games 2026.

 

Medali ini diraih di Asian Para Games pertamanya. Langkah Barce terhenti di semifinal setelah kalah 1-3 dari unggulan asal China, Peng Zhengyang. Namun, capaian ke semifinal sudah cukup untuk mengalungkan perunggu di lehernya.

 

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.



“Ini Asian Para Games pertama saya, dan tentunya Puji Tuhan sekali, di Asian Para Games pertama ini saya bisa kasih yang terbaik. Sudah sampai di sini, Puji Tuhan sekali,” ujar Barce seusai pertandingan.

 

Perjalanan Barce di tenis meja tidak selalu mulus. Ia mulai bermain sejak 2010, tetapi sempat berhenti karena keterbatasan di daerahnya.

 

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.



“Awalnya saya sebenarnya [main] tenis meja dari 2010. Sempat berhenti juga, karena memang di daerah mungkin latihannya kurang. Pelatihnya ada, tapi teman sparring dan jam terbangnya di sana memang kurang,” kenangnya.

 

Kondisi itu sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan karier.


“Mungkin lingkungan di sana bikin saya berpikir, ‘Ya sudahlah, mending berpikir lain daripada tenis meja,’ karena fasilitas di sana juga,” tuturnya.

 

Titik balik datang pada 2022, saat Barce pindah ke Solo menjelang ASEAN Para Games. Di sana, ia mendapat lingkungan latihan yang selama ini ia butuhkan.

 

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.



“Puji Tuhan, saya ke Solo dan mendapatkan pelatihan standar yang baik, jam terbangnya tinggi, juga teman-teman sparring yang banyak dan dari situ saya bertekad untuk kembali bangkit di tenis meja,” ungkap Barce.

 

Bagi atlet tenis meja kursi roda seperti Barce, tantangan di meja tidak hanya soal pukulan. Ia juga harus piawai mengendalikan kursi rodanya untuk menghadapi lawan dengan gaya bermain berbeda.

 

“Lawan-lawannya punya karakter yang berbeda-beda. Ada yang mainnya bertahan, ada yang mainnya menyerang. Kalau bertahan, otomatis kita punya pertahanan dengan maju-mundur mengarahkan kursi roda, penempatan bola. Kalau bertemu lawan yang mainnya kencang, itu juga butuh strategi yang beda. Kesulitannya di situ,” jelasnya.

 

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba melakukan servis ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.


Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.




Karena itu, latihan hariannya berfokus pada kendali kursi roda.

 

“Yang dilatih itu kursinya, untuk mengolah kursi maju-mundurnya, dan juga mengambil bola-bola pendek di depan net,” kata Barce.

 

Di semifinal, Barce menghadapi lawan berat. Peng Zhengyang tampil dengan pukulan cepat dan kencang.

 

“Hari ini pertandingannya sangat menguras tenaga dan pikiran. Lawan di semifinal ini unggulan dari China. Mainnya sangat cepat, bolanya juga kencang. Itu sangat menguras pikiran, gimana caranya bisa melewati dia,” ujarnya.

 

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba melakukan servis ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.


Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.


Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11). NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.





Barce sempat memberi perlawanan sengit, bahkan unggul di set-set akhir. Kekalahan itu ia jadikan pelajaran.

 

“Iya, di set-set terakhir sempat unggul. Tapi mungkin belum rezekinya, dan juga euforia di lapangan, dan beberapa miss yang saya lakukan juga,” akunya.

 

“Ini bukan event terakhir. Kalau Tuhan masih berkehendak, saya harus tetap fokus, tetap latihan, meng-upgrade diri lagi. Dari event ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk saya,” lanjutnya.

 

Barce tak lupa berterima kasih kepada orang-orang yang menemaninya.

 

“Terima kasih untuk keluarga, untuk doanya. Pelatih yang selalu support, yang selalu sabar untuk kasih masukan kepada saya. Teman-teman atlet, dan tentunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang berikan saya kekuatan sampai sekarang,” ucapnya.

 

Mimpi besarnya pun sederhana tetapi bermakna. Ia berharap masih bisa membawa nama Indonssia terbang tinggi, karena perjuangannya di Nagoya belum selesai. Barce masih akan turun di nomor ganda campuran.

 

“Harus lebih fokus, karena lawan-lawannya juga berlatih keras, mereka juga punya doa yang sama. Tentunya sangat optimis, karena kita beberapa kali ketemu lawan-lawan berat, tapi bisa mengatasi itu,” ujarnya.

 

Perunggu Barce menambah koleksi medali tim para tenis meja Indonesia. Sejauh ini, tim telah mengumpulkan tiga perunggu, yaitu dari Barce Layaba (tunggal putra kelas 4-5), Komet Akbar (tunggal putra kelas 10), dan Hamida (tunggal putri kelas 8).

 

Pada hari yang sama, Komet Akbar juga memastikan perunggu setelah langkahnya di semifinal tunggal putra kelas 10 dihentikan wakil tuan rumah Jepang, Mahiro Funayama, dengan skor 0-3.

Atlet para tenis meja Indonesia Barce Layaba berusaha mengembalikan bola ke arah atlet China Zhengyang Peng pada pertandingan semifinal tunggal putra kelas 4-5 Asian Para Games 2026 di Sky Hall Toyota, Jepang, Selasa (20/10/2026). Barce Layaba kalah dengan skor 1-3 (9-11), (4-11), (13-11), (9-11).  NPC INDONESIA/Dwi Prasetya.

Berita Terkait

Official Partner

Bayan Peduli Bayan Resources

Supported by

Yayasan Inklusi Pelita Bangsa

Apparel Powered by

Mills