shape
Pencarian
pattern pattern

Sektor Tunggal Sumbang 4 Emas, Para Tenis Meja Indonesia Optimistis Capai Target di ASEAN Para Games 2025

23 Januari 2026
Share:
Link berhasil disalin!
news-

NAKHON RATCHASIMA – Tim para tenis meja Indonesia berhasil menjaga posisinya di jalur perebutan medali ASEAN Para Games 2025. Sebagai cabor yang ditargetkan menjadi penyumbang medali terbanyak ketiga, sektor ini memulai start yang impresif.


Sejauh ini, sudah ada empat medali emas, enam perak, dan 17 perunggu yang dipersembahkan oleh tim para tenis meja Indonesia dalam pertandingan yang berlangsung di Korat Hall Central, Nakhon Ratchasima, Jumat (23/1/2026).


Medali emas pertama didapatkan oleh atlet senior, Komet Akbar dari nomor tunggal putra TT10. Lelaki asal Kabupaten Pomalaa, Sulawesi Tenggara, itu berhasil mengalahkan wakil Malaysia, Mohd Ariffin Mohd Syazreel Amri, dengan skor 3-1 (8-11, 11-3, 11-6, 11-11).


Selanjutnya, Yayang Gunaya berhasil mempersembahkan medali emas kedua melalui nomor tunggal putra TT4. Atlet kelahiran 1 Mei 1996 itu mampu membalaskan dendamnya terhadap atlet tuan rumah, Wanchai Chaiwut, tiga set langsung dengan skor (11-8, 11-8, dan 13-11).


Adapun dua emas berikutnya tercatat didapatkan oleh Kusnanto dari nomor tunggal putra TT9 serta Hamida dari nomor tunggal putri TT8. Kusnanto mengalahkan wakil Vietnam, The Tien Pham (3-1), sedangkan Hamida menyikat wakil tuan rumah, Sumalee Suangtho (3-0).


Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie, merasa bangga dengan pencapaian anak asuhnya di ajang ini. Sebab, catatan perolehan medali yang diukir Akbar Komet dan kawan-kawan masih sesuai dengan proyeksi yang dirancang di ASEAN Para Games 2025.


“Untuk di kategori tunggal, sejauh ini kami masih on the track mengingat sekarang ada banyak pemain-pemain baru dari negara lain. Peta kekuatan lawan semakin menambah persaingan ketat,” kata Bayu saat ditemui di Korat Hall Central, Jumat (23/1/2026).


Bayu menjelaskan, tim para tenis meja Indonesia menerjunkan sebanyak 36 atlet yang terdiri dari 22 putra dan 14 putri. Dari seluruh amunisi yang dibawa, mereka memasang target 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu. Dengan kata lain, hanya tinggal perolehan emas saja yang masih harus dikejar pada tiga hari berikutnya.


“Sampai sekarang, perolehan medali sudah sesuai proyeksi. Semoga nanti di sisa pertandingan, terutama di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, kami bisa menambah medali agar mencapai target,” kata dia.


“Yang menjadi tantangan terberat tentu Thailand. Sebab, sebagai tuan rumah, mereka tampak sangat terfokus. Sebelumnya, di APG 2023 Kamboja, kami masih bisa mengungguli mereka. Namun, untuk edisi kali ini, mereka terlihat sangat siap,” lanjut dia.


Momen Balas Dendam


Peraih medali emas dari cabor para tenis meja, Yayang Gunaya, merasa lega setelah menumbangkan atlet andalan tuan rumah, Wanchai Chaiwut, di nomor tunggal putra TT4. Sebab, di ASEAN Para Games 2025 ini, ia sempat kalah tiga set langsung di babak penyisihan dengan skor 8-11, 8-11, 11-13.


“Dari awal babak penyisihan, saya sebetulnya sempat kalah 0-3 dari Wanchai. Namun, begitu saya melaju ke babak selanjutnya, saya berusaha untuk mencapai final sekaligus membalaskan kekalahan itu,” kata Yayang saat ditemui seusai pertandingan, Jumat (23/1/2026).


Bagi Yayang, Wanchai sebetulnya bukan lawan yang asing. Sebab, menurut atlet asal Garut, Jawa Barat itu, mereka sudah sering berjumpa di berbagai kesempatan. Bahkan, ini menjadi pertemuan ke-12. Sehingga, keduanya sudah saling mengetahui kekuatan dan kekurangan masing-masing.


“Saya sudah mempelajari kesalahan-kesalahan yang masih saya lakukan di laga pertama. Ketika itu, pukulan-pukulan saya meleset semua. Tadi, saya berusaha untuk tampil lebih tenang. Faktor mental memang sangat berpengaruh sekali,”  ujar dia.


Peraih tiga medali emas di ASEAN Para Games 2023 itu mengakui, mentalitas memang menjadi faktor yang paling menentukan. Sebab, jam terbang sangat mempengaruhi ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi dan tantangan di laga puncak yang penuh tekanan.


“Memasuki set ketiga, saya sedikit hilang konsentrasi. Akhirnya, Wanchai sempat memimpin perolehan poin. Saya berusaha tampil lebih tenang, akhirnya bisa menyamakan kedudukan setelah terjadi kejar-kejaran poin,” kata Yayang. 


Setelah ini, Yayang masih memiliki kesempatan untuk menambah pundi-pundi medalinya di ASEAN Para Games ke-13 ini. Dari target dua emas yang ditetapkan, Yayang masih akan bertanding pada dua nomor lainnya, nomor ganda campuran XD7 bersama Osrita Muslim, dan ganda putra MD8 berpasangan dengan Adyos Astan.


Terjegal karena Mental


Sementara itu, atlet unggulan para tenis meja dari nomor tunggal putri TT10, Sella Dwi Radayana, akhirnya gagal membawa pulang medali emas dari nomor ini. Dia harus mengakui keunggulan pesaing terberatnya, Gloria Gracia Wong Sze, yang berasal dari Malaysia.


“Sebelumnya, saya ingin memohon maaf karena gagal mendapatkan emas. Saya sudah berjuang maksimal, karena saya juga memiliki target untuk membawa pulang emas. Tetapi, saya harus legawa dan menerima kekalahan saya dari atlet Malaysia,” kata Sella. 


Duel antara Sella dengan Gloria di partai puncak ini berlangsung sangat ketat. Sebab, setelah sempat tertinggal 0-2 (6-11 dan 9-11), Sella akhirnya bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada gim ketiga dan keempat (11-9 dan 13-11). Adapun di gim penentuan, Sella akhirnya takluk 3-11 dan harus merelakan medali emas untuk lawannya.


“Ada banyak evaluasi dari laga final ini, terutama dari segi mental. Kalau secara permainan, kami sebetulnya imbang. Karena, yang tadinya sempat tertinggal 0-2, akhirnya saya bisa mengejar menjadi 2-2,” ujar peraih dua medali emas di ajang ASEAN Para Games 2023 di Kamboja itu.


Bagi Sella, faktor mental menjadi hambatan tersendiri untuk bisa bersaing dengan Gloria. Dia mengakui apabila aspek ini mempengaruhi performanya, terutama di gim penentu. Karena terlalu banyak melakukan kesalahan, ia harus menyerah. 


“Namun, saat skornya sudah 2-2 dan memasuki poin-poin kritis, mental saya yang diuji. Bagi saya, yang dilawan bukan hanya lawan, tetapi diri sendiri. Saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus dengan yang harus saya lakukan. Sayangnya, saya banyak kecolongan, baik saat terima servis maupun ketika bola jalan,” katanya.

Atlet para tenis meja NPC Indonesia Kusnanto melakukan servis saat melawan Atlet Vietnam The Tien Pham dalam laga final Men's Singgle TT1-2 Korat Central Hall Korat,  Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (23/1/2026). Kusnanto berhasil meraih emas dengan skor3-1. NPC Indonesia/Yoma Times Suryadi

Berita Terkait

Official Partner

Bayan Peduli Bayan Resources

Supported by

Yayasan Inklusi Pelita Bangsa

Apparel Powered by

Mills