NAGOYA - Atlet para atletik asal Jawa Tengah, Saptoyogo Purnomo, tak merasa tertekan dengan status para atletik sebagai cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan menjadi lumbung medali emas kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026.
Bahkan, Saptoyogo memiliki motivasi tinggi untuk bisa meraih tiga medali emas. Target tersebut dibuat bukan asal-asalan. Ia pernah melakukannya saat mengamankan tiga emas nomor individu 100 meter, 200 meter dan 400 meter klasifikasi T37 pada ajang yang sama empat tahun lalu di Hangzhou, China.
"Untuk target, semoga seperti edisi sebelumnya di Hangzhou yang mendapat tiga medali emas. Semoga ini mendapatkan tiga medali emas lagi karena ingin mempertahankan gelar juga," ujar Saptoyogo usai menjalani latihan resmi di Nagoya City Mizuho Park, Kamis (15/10/2026).
Saptoyogo juga ingin mempertajam catatan waktu 11,26 detik yang dibuatnya ketika meraih medali perak nomor 100 meter T37 di Paralimpiade Paris 2024. Catatan waktu kala itu sukses menjadi yang tercepat di Asia, mengalahkan catatan waktunya sendiri, 11,28 detik yang dibuatnya pada ajang Asian Para Games 2022. Rekor itu masih bertahan hingga sekarang dan ingin dipecahkan sendiri lagi.
"Semoga pecah rekor. Kemarin di 11,26 detik, semoga sekarang 11,10 detik lah," tuturnya.
Yogo, sapaan akrabnya, mengaku kondisinya cukup fit untuk menjalani fase latihan tahap akhir. Bila tidak ada perubahan, cabor atletik akan dipertandingkan mulai hari Senin (19/10/2026).
"Sekarang tinggal melatih mental, dan juga catat waktu karena saya sangat yakin untuk mendapatkan itu juga (target emas). Ini ketiga kalinya saya mengikuti Asian Para Games," ujar peraih medali perak di Paralimpiade Paris 2024 ini.
Atlet kelahiran Banyumas, 17 September 1998, menyebut raihan medali emas memiliki dua arti penting. Selain mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga disabilitas Asia, raihan tersebut juga membuka jalan untuk lolos ke Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Jadi ini harus mendapatkan medali emas karena ini juga sebagai poin penting untuk menuju ke LA. Kejuaraan ini juga termasuk kualifikasi juga, terus tahun 2027 ada di Uzbekistan World Championship Para Atletik," kata Yogo.
Yogo dijadwalkan akan turun di empat nomor di klasifikasi T37 putra, yakni 100 meter, 200 meter, 400 meter dan universal relay. Salah satu lawan yang diwaspadainya adalah sprinter asal Arab Saudi, Ali Yousef Alnakhli, yang menjadi kompetitor utamanya di Asian Para Games 2022.
"Beban pasti ada, karena beban ini cukup berat, terutama di-lawan, karena lawan juga ada yang baru. Ada yang catatannya lebih bagus lagi karena ini sudah ketemu tiga kali, yang dari Arab Saudi (Ali Yousef) di Asian Para Games. Atlet Arab Saudi bagus sekali sekarang, catatan waktunya juga bagus," tegasnya.
Fokus Pemulihan dan Perkuat Mental
Sementara itu, pelatih Atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengatakan jika timnya relatif tidak mendapat hambatan berarti menjelang pertandingan.
"Alhamdulillah hari ini sudah masuk hari ketiga dan kami sudah berlatih di lapangan, walapun jaraknya lumayan jauh (dari penginapan), tetapi kami tetap siap dan atlet tetap fokus pada pertandingan. Hambatan di sini tidak ada masalah, makanan dan cuaca, it's okay," bebernya.
Pria yang akrab disapa Tiyok ini menjelaskan bahwa tim para atletik Indonesia berkekuatan 25 atlet di Nagoya. Beberapa diantaranya merupakan atlet debutan yang sudah dipoles melalui latihan dan kejuaraan resmi.
"Kami menargetkan 2 medali emas, dan semoga doa dari masyarakat Indonesia membuat kami bisa melampauinya. Beberapa memang ada yang debut, targetnya kami di perunggu saja atlet debutan ini," terangnya.
Saat ini tim para atletik Indonesia tengah berfokus memantapkan kesiapan tim untuk pertandingan yang kurang tiga hari lagi.
"Pertama, kami memulihkan endurance-nya dan untuk kedepan kami akan memulihkan speed. Kami sambil menguatkan mental atlet-atlet karena ini bukan Asean Para Games, ini Asian Para Games yang lawannya itu ada China yang menjuarai Paralimpiade juga. Mereka sangat kuat," ucapnya
"Jadi, wajar jika mereka grogi, gugup melihat lawan-lawan dari negara-negara Asia, tetapi kami arahkan untuk mengkonversi rasa gugup itu menjadi rasa percaya diri bahwa kalian mampu," tutupnya.
Secara keseluruhan, pada ajang Asian Para Games 2026, kontingen Indonesia menargetkan raihan 7 medali emas, 8 perak dan 18 perunggu. Ada 103 atlet yang aman terjun di 12 cabang olahraga mulai hari Jumat (16/10/2026).