NAGOYA - Pelari Indonesia, Partin Muhlisin menutup gelaran pertandingan cabang olahraga (cabor) para atletik di Asian Para Games 2026, Jumat (23/10/2026) dengan raihan medali emas. Hasil ini menggenapkan perolehan emas Indonesia menjadi 14 keping.
Turun di nomor 100 meter kategori T63, pria asal Magelang itu unggul 0,35 detik dari pelari Thailand, Phalatip Khamta yang menempati posisi kedua. Sekaligus memecahkan rekor waktu Asian Para Games di kelas tersebut dengan catatan waktu 12,37 detik.
Ia pun tak mampu menyembunyikan rasa harunya usai menyentuh garis finis terdepan. Menurutnya, kemenangan ini terasa sangat emosional karena harus diraih melalui perjuangan panjang serta tekanan ketat dari para pesaingnya.
Atlet lari Indonesia Partin (kiri) meluapkan kegembiraan saat mencapai garis finis pada nomor lari 100 meter putra T63 Atletik Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat (23/10/2026). Partin berhasil merebut medali emas setelah finis pertama dengan catatan wakttu 12,37 detik. NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
"Perasaannya luar biasa, senang sekali. Prosesnya lumayan lama setelah kita dari Thailand. Persiapan memang sudah disiapkan oleh tim pelatih untuk kejuaraan ini, dan gol puncaknya memang untuk di Nagoya ini," ujarnya Partin usai pertandingan.
"Cukup emosional karena yang ditakutkan dari pelari-pelari T42 itu kan dikejar di bagian akhir (oleh atlet T63). Tapi Alhamdulillah, sangat emosional sekali karena bisa mempertahankan posisi sampai akhir," lanjutnya.
Bangkit dari Cedera Hamstring
Atlet lari Indonesia Partin berselebrasi membawa bendera usai finis pertama pada nomor lari 100 meter putra T63 Atletik Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat (23/10/2026). Partin berhasil merebut medali emas setelah finis pertama dengan catatan wakttu 12,37 detik. NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Keberhasilan meraih emas di Nagoya menjadi momen kebangkitan bagi Partin. Pasalnya, Partin sempat dihantam cedera hamstring di awal tahun setelah berlaga di ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Cedera tersebut memaksa Partin menepi dari lintasan selama lebih dari tiga bulan untuk menjalani proses pemulihan.
"Sempat dilanda cedera di awal tahun, cederanya di bagian hamstring belakang kurang lebih tiga bulan. Tapi Alhamdulillah, H-3 bulan sebelum kejuaraan ini sudah benar-benar total sembuh," ungkap Partin.
Guna mencapai performa terbaiknya, Partin menjalani program latihan intensif dan terstruktur di bawah arahan tim pelatih para atletik Indonesia.
"Untuk latihannya sendiri kami sudah terstruktur sama tim pelatih. Jadi setiap pagi sore tentunya, yang libur cuma hari Minggu sama Sabtu sore," kata dia.
Meski puas dengan medali emas yang diraihnya, Partin menganggap kejuaraan di Nagoya ini sebagai batu loncatan untuk menghadapi ajang-ajang internasional yang lebih besar di masa depan.
Target terdekat yang membayang di depan mata adalah kejuaraan dunia Para Atletik World Championship yang bakal digelar di Uzbekistan pada tahun depan.
Selain itu, Partin juga terus mengasah kemampuannya agar bisa bersaing di tingkat Paralimpiade. Saat ini, catatan waktu terbaiknya yang berada di angka 12,22 detik. Ia berambisi untuk dapat menembus target batas waktu di angka 12,00 detik.
"Catatan waktu tetap di 12,00 detik targetnya. Paling best saat ini 12,22 detik, masih ada 0,22 detik lagi yang harus dikejar. Semoga tercapai," jelasnya optimistis.
Di akhir wawancara, Partin mengungkapkan bahwa medali emas yang digantungkan di lehernya dipersembahkan secara khusus untuk keluarga dan masyarakat Indonesia yang tak henti memberikan dukungan.
"Kemenangan ini terutama untuk kedua orang tua saya yang ada di Indonesia, di Desa Wonocoyo, Kaliangkrik, Magelang. Dan juga kepada para coach, tim para-atletik, serta terutama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Terima kasih banyak atas doa dan dukungannya selama ini," tutur Partin.
Atlet lari Indonesia Partin berselebrasi usai mencapai garis finis pada nomor lari 100 meter putra T63 Atletik Asian Para Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Jumat (23/10/2026). Partin berhasil merebut medali emas setelah finis pertama dengan catatan wakttu 12,37 detik. NPC INDONESIA/Mohammad Ayudha
Selain Partin, sejumlah atlet para atletik juga berhasil menyumbangkan medali hari ini. Di Lempar Lembing Putra F40-41, Ansyari berhasil mendapatkan perak.
Kemudian ada Saptoyogo Purnomo yang juga meraih perak di nomor lari 200 meter putra T37. Terakhir ada Rica Oktavia di nomor lompat Jauh Putri T20 yang mendapatkan perunggu.
Secara keseluruhan tim para atletik menyumbangkan tiga medali emas, delapan perak dan 11 perunggu untuk kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Kontingen Indonesia kini bertengger di posisi delapan klasemen sementara medali Asian Para Games 2026 dengan perolehan 14 emas, 20 perak dan 37 perunggu.