NAGOYA - Perenang asal Magetan, Maulana Rifky Yavianda, punya cara tersendiri untuk menjaga fokus agar bisa tampil maksimal di Asian Para Games 2026.
Ia kembali membuka memori tentang awal cintanya kepada cabang olahraga renang. Rifky sudah rutin berenang sejak usianya masih 4 tahun. Aktivitas tersebut masih dilakukannya sampai sekarang dengan status yang berbeda.
"Saya berenang sejak dari saya masih kecil, masih usia 4 tahun," ucap Rifky saat ditemui usai melakukan latihan resmi di Nagoya City General Gymnasium, Kamis (15/10/2026).
Kini, Rifky sudah menjelma sebagai salah satu atlet para renang terbaik di Asia. Ia merupakan peraih dua medali emas nomor 100 meter gaya punggung dan 100 meter gaya bebas serta medali perak nomor 100 meter gaya kupu-kupu klasifikasi S12 di Asian Para Games 2022 lalu.
Ketika kini datang ke Nagoya sebagai wakil bangsa Indonesia di ajang Asian Para Games 2026, beban Rifky jelas sudah berbeda. Ada harapan agar Rifky bisa mengulang capaian yang dibuatnya empat tahun lalu.
Beban itulah yang coba ingin disingkirkan Rifky dan menggunakan memori cintanya kepada olahraga renang agar bisa tampil maksimal di Nagoya. Memori itu dilengkapi dengan tradisi berkumpul dengan keluarga sebelum kemarin terbang ke Nagoya.
"Untuk target pribadi tentu sudah ada, tetapi saya enggak mau terlalu memikirkan itu karena mungkin akan jadi beban buat saya. Saya ingin tampil 'feel free', dan pokoknya maksimal saja," ucap Rifky.
Justru hal yang membuatnya tertantang sebagai seorang penghobi renang adalah catatan waktu. Saat meraih medali emas 100 meter gaya bebas S12 di Asian Para Games 2022, Rifky mencatatkan waktu 55,53 detik. Kini, Rifky tertantang untuk melampauinya.
"Best time saya 55, semoga bisa jadi 53 (detik) untuk yang gaya bebas," ucap pria kelahiran 10 Oktober 2002 ini.
"Tetapi ya saya juga perlu realistis, karena sesuai latihan saya. Jadi ya kemungkinan, bisa pecah standing aja sudah senang," imbuhnya.
Rifky pun juga tak mau terlalu memikirkan kekuatan lawan-lawannya. Ia hanya berusaha tampil maksimal di setiap nomor yang diikutinya.
"Saya tidak terlalu memikirkan lawan. Yang terpenting saya akan berusaha tampil maksimal dan mengikuti arahan dari tim pelatih. Semoga saya bisa maksimal," ucapnya.
Sejauh ini, Rifky mengaku cukup menikmati situasi yang sekarang ada di Nagoya. Dari sisi cuaca maupun kondisi venue masih sesuai harapan.
"Untuk cuaca, semoga masih bisa terus beradaptasi ya, karena memang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kolamnya juga enak, bahkan airnya malah lebih dingin saat latihan di (PPPI) Delingan. Di sini cukup nyaman, lebih pas untuk suhu kolamnya," papar Rifky.
Rifky pun berharap usahanya bersama 102 atlet lain untuk membawa harum Merah Putih di Asian Para Games 2026 bisa didukung langsung oleh warga Indonesia yang berdomisili di Jepang.
"Event ini kan event yang besar, se-Asia dan diselenggarakannya empat tahun sekali, terus kadang di Jepang dan setelah itu entah di mana. Mungkin jika ada waktu luang, ada momen sedikit buat nonton, bisa datang untuk mendukung teman-teman," ucap Rifky.
Kondisi maksimal
Sementara itu, pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, memastikan kondisi 12 atlet yang akan bertanding di Nagoya sangat baik. Adaptasi dengan cuaca maupun situasi menjelang pertandingan berjalan maksimal.
"Hari ini kita latihannya sudah mulai naik daripada hari sebelumnya. Sudah mulai ada masuk ke detail-detail start lagi, underwater, breakout, sampai ya sedikit pace untuk jarak pendek gitu," tutur Agni.
Di Asian Para Games 2026, tim para renang Indonesia dibebani target meraih satu medali emas dan dua perak. Agni sejatinya sudah memiliki gambaran awal terkait persaingan antarnegara, karena tahun ini sama-sama bertemu di Kota Shizuoka, Jepang dalam ajang World Para Swimming Series. Namun antisipasi kejutan setiap negara wajib diwaspadai.
"Sudah terlihat (peta persaingannya). Namun ya seperti pengalaman multievent-multievent sebelumnya, tuan rumah memiliki kelebihan bisa menyimpan perenangnya. Nah ini yang harus kita waspadai," ungkapnya.
Pertandingan cabor para renang rencananya akan diselenggarakan pada hari Senin (19/10/2026) di Nagoya City General Gymnasium.